Day 10 #30harimenulis

*

Seperti banyak warga Jakarta lainnya, salah satu akun Twitter yang saya follow adalah @tmcpoldametro. Dengan lebih dari 208 ribu pengikut, TMC Polda Metro Jaya menjadi sumber informasi yang pertama saya cek ketika akan menjajal buasnya lalin ibu kota dan ketika perjalanan terhambat karena macet berat. Lucu sebenarnya. Seakan-akan seandainya saja saya mengetahui mengapa jalanan macet bisa membuat jalanan itu menjadi tiba-tiba lancar.

Kata orang ada beberapa cara untuk mendapatkan banyak followers di Twitter. Salah satunya adalah seperti TMC, dengan memberikan informasi yang relevan, dan juga dengan menjadi platform untuk orang menyampaikan informasi. Ada juga orang-orang seperti Guy Kawasaki yang mengumpulkan banyak pengikut dengan menjadi kurator bahan yang menarik di internet. Ada yang diikuti banyak orang karena memang dia ahli dalam satu hal, dan dia secara konsisten nge-tweet tentang hal-hal seputar keahliannya itu. Dan tentu saja, ada juga yang diikuti orang karena dia memang selebriti di kehidupan nyata.

Oh, dan ada juga yang secara tidak sengaja menjadi tenar. Fifteen minutes of fame yang tidak diinginkan. Contohnya Mr. Timothy C. Poldaski. Saya bisa membayangkannya mencoba-coba Twitter, penasaran. “Apaan sih yang diomongin anakku ini?” begitu mungkin pikirnya. Lima menit setelah signup mungkin dia langsung menerima mention. Pertama-tama mungkin dia merasa senang, “Wah, ternyata ada juga teman yang kenal aku di sini.” Kemudian mungkin dia merasa kesal, karena ternyata mention ke dia dalam bahasa yang dia tidak mengerti. Kemudian, mention kedua masuk, dan ketiga, dan keempat, dan seterusnya.

Mungkin dia langsung merasa eneg dengan Twitter. “Ah, isinya SPAM semua!”

Atau, bisa juga dia penasaran sekali, dan mencoba menerjemahkan isi pesan yang tidak dimengerti melalui Google. Setelah setengah jam, dia sadar bahwa pesan yang diterima adalah tentang lalu lintas di Jakarta. Mungkin pada saat itulah dia memutuskan bahwa Twitter penuh dengan orang-orang absurd, dan kalau cukup sudah petualangannya di sini.

Inilah akibatnya kalau nama akun di Twitter yang kita pilih @tmcpolda. Poor Mr. Timothy C. Poldaski.

Sasaran favorit pesan nyasar di Twitter

About these ads