Day 7 #30harimenulis

Satu-satunya orang yang pernah kulihat mengendarai harimau adalah alter ego dari seorang pangeran. Dengan kekuatan Greyskull, pangeran Adam dapat berubah menjadi He-Man, dan dengan menudingkan Power Sword ke harimau peliharaannya (yang tidak dapat ditunggangi) Cringer berubah menjadi Battle Cat (yang dapat ditunggangi). Memang He-Man itu karakter fiksi buatan pabrik mainan, tapi untuk saya saat itu, dia sama nyatanya dengan sepeda yang terpajang di etalase toko; sama-sama di depan mata dan tapi tetap tak tersentuh.

Saya dapat beberapa pelajaran tentang bagaimana cara mengendarai harimau. Pertama, anda perlu pelana. He-Man, sejantan apapun dia, tetap tak dapat mengendarai Battle Cat tanpa pelana. Ini sebenarnya petunjuk penting: bila seorang manusia ingin terhubung dengan kekuatan primal dan dapat mengendalikannya, dia butuh suatu medium penghubung. Contoh lain dari seri Masters of the Universe: pangeran Adam membutuhkan Power Sword untuk dapat menggunakan kekuatan Greyskull. Kekuatan magis itu selalu ada. Saat mengacungkan pedangnya, yang dilakukan pangeran Adam bukanlah menyalakan kekuatan Greyskull. Adam menyalurkan kekuatan yang memang selalu ada.

Ini tak jauh berbeda dengan bagaimana kita membutuhkan radio (medium) untuk menangkap gelombang frekuensi (power) yang selalu ada di udara. Demikian juga ketika melihat berbagai kesempatan melewati kita begitu saja dan hinggap di tetangga. Ini terjadi karena berbagai kesempatan selalu ada di sekitar kita. Pertanyaan tinggal siapa yang memiliki medium yang tepat untuk menangkapnya.

Pelajaran kedua yang kudapatkan dari cara He-Man mengendarai Battle Cat: dia tidak memakai kekang. Memang benar, kalau kita ingin mengendalikan kekuatan primal seperti seekor harimau / aliran dana asing untuk melawan kejahatan / membangun negeri ini, cara yang paling tepat adalah dengan mempelajari dan mengenal sifat-sifat sejati kekuatan primal itu. Mengendarai harimau tentu berbeda caranya dengan mengendarai kuda. Mengendalikan aliran dana asing yang deras juga tentu berbeda dengan mengatur tetesan dana lokal. Sama-sama berkaki empat, sama-sama bisa lari kencang, tapi yang satu bisa makan orang. Kalau kita mengambil jalan pintas dengan berusaha mengekang kekuatan primal dengan seutas tali kulit atau regulasi pemerintah, yah, siap-siap saja jatuh terjengkang dan dimangsa.

Pelajaran ketiga dari Adam/He-Man & Cringer/Battle Cat adalah tentang pemberdayaan. Kita bisa saja mengambil seekor binatang buas dan menjinakkannya, namun lantas apa gunanya? Setiap saya ke Ragunan, saya selalu kecewa melihat hewan liarnya yang sudah sama sekali tidak liar. Buset itu buaya diam aja, lebih baik buat sepatu deh.

He-Man pun menyadari ini. Dia membebaskan harimau istana yang penakut dari kekangan mental yang selama ini membelenggu, dan harimau yang menemukan kembali kebuasannya itu membalas budi He-Man dengan memberikan kehormatan tertinggi yang dapat diberikan oleh seekor predator: dia biarkan He-Man menungganginya.

Demikian juga dengan kekuatan primal yang anda ingin kendalikan. Mungkin kekuatan primal itu adalah aliran dana asing. Mungkin kekuatan itu adalah talenta anda sebagai seorang orator. Apapun juga, yang dibutuhkan untuk mengendarai harimau anda hanya tiga: pelana, pemahaman yang mendalam, dan pembebasan dengan tujuan untuk memberdayakan.

*

Sebenarnya ada satu lagi yang dibutuhkan, tapi itu besok ya? 